Kemungkinan penyebab darah di akhir buang air kecil adalah sebagai berikut: 1. Infeksi uretra posterior atau infeksi leher kandung kemih dapat muncul sebagai hematuria terminal pada daging, disertai gejala seperti sering buang air kecil, desakan untuk buang air kecil, dan rasa sakit saat buang air kecil. Penutupan sfingter uretra dan penutupan leher kandung kemih akibat buang air kecil hingga tuntas dapat menyebabkan perdarahan akibat erosi lokal pada mukosa, yang bercampur dengan air seni dan bermanifestasi sebagai hematuria terminal, disertai sensasi nyeri pada akhir buang air kecil. Pemeriksaan urin rutin, pemeriksaan kultur urin dan uretroskopi diperlukan untuk memastikan diagnosis lebih lanjut.2. Adanya batu uretra posterior atau batu leher kandung kemih juga dapat menyebabkan keluarnya darah saat buang air kecil dan dapat disertai dengan buang air kecil yang tidak normal, seperti mengedan saat buang air kecil, percabangan buang air kecil, atau gangguan aliran air seni. Pemeriksaan ultrasonografi pada sistem saluran kemih diperlukan untuk menyingkirkan lebih lanjut adanya batu.3. Jika terdapat trauma pada uretra posterior, seperti fraktur panggul yang diikuti oleh kontusio uretra, hematuria terminal dapat terjadi, sering kali dengan riwayat trauma yang jelas, dan dapat disertai dengan rasa mengedan untuk buang air kecil.