Radioterapi menyebabkan atrofi dan fibrosis pada otot pengunyahan, sehingga pasien mengalami kesulitan membuka mulut. Kesulitan membuka mulut terutama terletak pada pencegahannya. Pasien harus melakukan latihan membuka mulut, memijat sendi temporomandibular, atau menggunakan penekan lidah segitiga selama radioterapi untuk membuka mulut selebar mungkin. Pasien juga dapat mengunyah permen karet lebih banyak. Latihan untuk membuka mulut agar terbuka selebar mungkin harus dilakukan 3-5 kali sehari selama 15-20 menit setiap kali. Pasien juga dapat melakukan latihan rotasi leher pada saat yang sama untuk mencegah atrofi dan fibrosis pada otot leher. Penekanannya adalah mencegah kesulitan dalam membuka mulut. Jika fibrosis otot sudah ada, pengobatannya sangat sulit.