Usus adalah bagian penting dari tubuh kita, tetapi ada banyak rahasia yang tidak kita ketahui tentangnya. Sebagai contoh, usus adalah satu-satunya organ dalam tubuh kita yang tidak dikendalikan oleh otak dan masih dapat “bekerja” secara normal. Bahkan dalam keadaan ‘mati otak’, usus masih bisa berfungsi secara normal, menyerap dan mengeluarkan nutrisi, selama sistem pernapasan dan peredaran darah tetap berjalan. Karena ‘kemandiriannya’ yang ajaib dari otak, kita menyebut usus sebagai ‘otak kedua’ tubuh. Lebih jauh lagi, usus disebut sebagai ‘otak kedua’ tubuh karena fungsi ‘otonom’ bawah sadarnya. Saraf otonom dalam tubuh dapat dibagi menjadi saraf simpatis dan parasimpatis tergantung pada fungsinya: saraf simpatis adalah aktivitas prioritas ketika seseorang tegang dan bersemangat, sedangkan saraf parasimpatis relatif aktif ketika seseorang rileks, seperti yang ditunjukkan pada diagram di bawah ini. Ketika saraf simpatis menjadi prioritas (misalnya ketika seseorang merasa takut), tubuh akan mengalami: pupil mata melebar, denyut jantung meningkat, vasokonstriksi pada kulit dan organ dalam, arteri koroner melebar, tekanan darah meningkat, diastol bronkus kecil, motilitas gastrointestinal menurun, relaksasi otot-otot dinding kandung kemih, produksi air liur menurun, sekresi keringat dari kelenjar keringat, dan kontraksi otot-otot lissensefali. Ketika saraf parasimpatis dalam keadaan prioritas, seperti ketika seseorang merasa mengantuk setelah makan siang, hal ini karena tubuh mendorong pencernaan dengan saraf parasimpatis dari sistem saraf otonom dalam keadaan prioritas. Kegembiraan parasimpatis dimanifestasikan oleh reaksi seperti penyempitan pupil, melambatnya detak jantung, penurunan tekanan darah, penyempitan bronkus, peningkatan sekresi kelenjar pencernaan, pelebaran pembuluh darah kelamin dan kontraksi kandung kemih. Sekarang lihatlah fenomena yang aneh ini: usus masih dapat melakukan fungsi pencernaan, penyerapan, dan bahkan ekskresi meskipun orang tersebut telah mati otak. Jadi, dalam hal ini, kita dapat mengatakan tanpa melebih-lebihkan – usus adalah otak kedua dari tubuh manusia!