Apa saja perilaku yang dapat menyebabkan ketidaksuburan?

1, gaya hidup Gaya hidup yang buruk, seperti minum kafein, cola dan minuman lainnya, merokok dalam jangka panjang, minum minuman keras bahkan penyalahgunaan alkohol, begadang dan perilaku lainnya, dapat menyebabkan penurunan kualitas sperma, yang mengarah ke kemandulan. Selain itu, obesitas juga dapat menyebabkan penurunan kualitas sperma. Jadi bagi para pria, menjaga gaya hidup sehat sangat penting untuk meningkatkan kualitas sperma. Dengan kata lain, untuk memiliki kesuburan yang baik, penting bagi pria untuk berhenti merokok, minum-minuman keras, makan lebih banyak sayuran dan mengurangi daging, berolahraga secukupnya, dan tidak begadang untuk hidup sehat secara teratur. 2. Pengaruh obat-obatan Estrogen dapat berdampak signifikan pada sistem reproduksi pria, termasuk memengaruhi tingkat androgen, memicu perubahan struktur testis, menyebabkan kanker testis, mengurangi jumlah sperma dalam air mani, menyebabkan ginekomastia, dan menyebabkan gangguan endokrin. Beberapa produk perawatan kulit wanita mengandung sejumlah estrogen, yang juga dapat merusak kesehatan reproduksi pria dan menyebabkan hipogonadisme jika digunakan oleh pria dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, beberapa produk kesehatan tersedia secara luas dan beberapa mengandung hormon seks atau bahan serupa, yang dapat memengaruhi fungsi spermatogenik normal testis ketika digunakan dalam waktu lama, sehingga pria harus ekstra hati-hati saat memilih kosmetik dan produk kesehatan. Fakta sebenarnya adalah bahwa Anda dapat menemukan banyak orang yang tidak dapat memperoleh penawaran yang bagus untuk banyak hal. 3, faktor fisik dan kimia Suhu tinggi dapat merusak testis, jadi pria harus berusaha menghindari lingkungan bersuhu tinggi (pemandian air panas, pemandian air panas), dll. Radiasi dosis besar dapat menyebabkan perubahan struktur jaringan testis, meningkatkan laju malformasi sperma dan mengurangi indikator penting seperti jumlah sperma dan konsentrasi sperma. Ftalat banyak digunakan sebagai bahan kimia untuk melembutkan pada ratusan produk seperti mainan, kemasan makanan, lantai vinil, kertas dinding, pembersih, pelumas, cat kuku, semprotan rambut, sabun, dan sampo. Penelitian telah menunjukkan bahwa bahan ini dapat mengganggu sekresi endokrin, menyebabkan penurunan jumlah sperma, motilitas rendah, morfologi abnormal dan, pada kasus yang parah, kanker testis, dan merupakan “biang keladi” dari sebagian besar masalah reproduksi pria.