Sering ke toilet untuk buang air besar dianggap lebih sering dan ada tiga penyebab umum: Pertama, penyakit gastrointestinal akut dan kronis: seperti gastroenteritis akut, kolitis ulserativa, tuberkulosis usus, tumor usus, penyakit Crohn, dll. Kedua, faktor ekstra-usus: seperti hepatitis kronis, kolesistitis, pankreatitis, diabetes, hipertiroidisme, dan lain-lain, juga dapat menyebabkan buang air besar dengan cepat, mengakibatkan tinja tidak berbentuk atau sering, dan mungkin ada gejala gastrointestinal seperti kembung, sakit perut, dan bahkan diare berlemak. Ketiga, faktor psikologis dan mental: seperti neurosis gastrointestinal, stres mental, faktor lingkungan, dan sindrom iritasi usus besar dapat menyebabkan tinja yang tidak normal. Penting untuk memperhatikan perubahan warna dan bentuk tinja serta kebiasaan buang air besar, dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengidentifikasi penyebabnya dan memberikan pengobatan yang komprehensif.