Kerusakan mukosa esofagus yang disebabkan oleh radioterapi juga dikenal sebagai esofagitis radiasi, yang dapat diobati terutama dengan obat-obatan dan pembedahan untuk menghilangkan peradangan dan memperbaiki mukosa esofagus.
1. Pengobatan dengan obat. Semua obat harus digunakan di bawah bimbingan dokter, dan jika ada gejala yang tidak nyaman, perlu berkonsultasi dengan dokter tepat waktu.
(1) Obat untuk melindungi mukosa esofagus. Obat-obatan seperti aluminium tiosulfat memiliki efek perlindungan tertentu pada mukosa esofagus, sehingga dapat meredakan gejala.
(2) Obat untuk meredakan kejang otot polos esofagus. Antagonis kalsium seperti nifedipine dapat meredakan kejang otot polos esofagus dan mengurangi rasa sakit.
(3) Penghambat pompa proton. Seperti omeprazole dapat mencegah refluks asam yang memperparah kerusakan mukosa esofagus.
(4) Obat glukokortikoid. Seperti aminobutriol ketoglobate (prednison), dll., dapat berperan sebagai antiinflamasi, mengurangi kerusakan akibat radiasi, meredakan gejala dan sebagainya.
(5) Obat pendukung nutrisi. Seperti larutan nutrisi intravena, larutan nutrisi enteral, dll., dapat memberikan dukungan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh ketika kondisinya lebih serius.
2. Perawatan bedah. Termasuk dilatasi balon esofagus, implantasi stent esofagus, perbaikan fistula trakea esofagus, dll., yang dapat melebarkan esofagus, menutup fistula, menghindari komplikasi yang lebih serius seperti perforasi esofagus, dan membangun kembali struktur esofagus.
Disarankan agar orang yang bersangkutan berkonsultasi dengan dokter tepat waktu dan dirawat sesuai dengan kondisi spesifik mereka.