Dapatkah retinitis pigmentosa dilaser?

Retinitis pigmentosa biasanya tidak dapat diobati dengan terapi laser, dan terapi laser dapat dilakukan jika pasien mengalami robekan retina dan ablasio dangkal, seperti fotokoagulasi laser konvensional melalui efek termal dan fotokoagulasi mikropulsa di bawah ambang batas yang menargetkan epitel pigmen retina di makula.
Retinitis pigmentosa adalah penyakit retina turunan yang umum terjadi pada bidang oftalmologi, dan belum ada pengobatan klinis yang efektif. Penelitian saat ini menemukan bahwa transplantasi sel punca bisa efektif, tetapi uji klinisnya masih sedikit, belum dipromosikan dalam praktik klinis, dan kemanjuran jangka panjangnya masih harus diverifikasi.
Terapi laser lebih sering digunakan untuk mengobati robekan retina dan ablasio dangkal. Fotokoagulasi laser tradisional digunakan untuk mengurangi beban epitel pigmen retina yang tersisa dengan cara membentuk bekas luka pada epitel pigmen retina melalui efek panas sehingga sel fotoreseptor mati dan hilang.
Sebaliknya, fotokoagulasi mikropulsa subthreshold dapat dilakukan berulang kali dan terutama menstimulasi epitel pigmen retina di daerah makula untuk memproduksi protein kejut panas guna menghambat apoptosis sel fotoreseptor, tanpa menyebabkan kerusakan pada sel retina.
Disarankan agar pasien dengan retinitis pigmentosa segera memeriksakan diri ke dokter untuk menilai kondisinya dan mengikuti petunjuk dokter untuk pengobatan.