Pentingnya glukosa darah postprandial 1 jam bervariasi untuk berbagai kelompok orang. Untuk populasi umum, glukosa darah biasanya diukur sebagai glukosa darah puasa dan glukosa darah 2 jam postprandial, sehingga glukosa darah 1 jam postprandial tidak terlalu penting. Namun, untuk diagnosis diabetes gestasional, tidak hanya glukosa darah puasa dan glukosa darah postprandial 2 jam yang harus dipahami, tetapi juga glukosa darah postprandial 1 jam, sehingga nilai ini lebih penting bagi wanita dalam kehamilan.1. Populasi umum: Untuk populasi umum untuk mendiagnosis diabetes, glukosa darah postprandial 1 jam tidak terlalu penting, karena diagnosis diabetes didasarkan pada nilai glukosa darah puasa dan glukosa darah postprandial 2 jam sebagai standar. Kisaran normal glukosa darah puasa adalah 3,9-6,1mmol/L, jika ≥7,0mmol/L dapat didiagnosis sebagai diabetes. Kisaran normal untuk glukosa darah 2 jam postprandial adalah <7,8mmol/L, dan diabetes juga dapat didiagnosis jika glukosa darah 2 jam postprandial ≥11,1mmol/L. Diagnosis diabetes tidak dibuat berdasarkan glukosa darah postprandial 1 jam pada pasien diabetes non-gestasional yang pertama kali didiagnosis serta pada remaja pada umumnya. 2. Wanita dalam kehamilan: Untuk wanita dalam kehamilan, glukosa darah postprandial 1 jam lebih penting. Hal ini karena nilai glukosa darah puasa, nilai glukosa darah 1 jam postprandial dan 2 jam postprandial diperlukan dalam diagnosis diabetes gestasional. Dalam keadaan normal, glukosa darah puasa <5,1mmol/L, glukosa darah 1 jam postprandial <10,0mmol/L dan glukosa darah 2 jam postprandial <8,5mmol/L. Jika salah satu dari nilai-nilai ini melebihi kisaran normal, diabetes gestasional dapat didiagnosis, sehingga nilai glukosa darah 1 jam postprandial penting bagi wanita dalam kehamilan.