Tidak ada kontraindikasi penggunaan kedua obat ini, kalium klorida dan vitamin B6, dan secara umum keduanya dapat digunakan bersamaan.
Kalium klorida dan vitamin B6 dapat digunakan bersama, karena kedua obat ini dapat digunakan bersama sebagai suplemen energi untuk mengatur elektrolit air dalam tubuh, dan cocok untuk pasien yang menderita dehidrasi karena diare dan muntah. Secara klinis, vitamin B6 biasanya diinfuskan terlebih dahulu, lalu kalium klorida ditambahkan dengan larutan dekstrosa 5% dan diinfuskan secara perlahan.
Namun, dosis KCl perlu dikontrol dengan ketat, dan suplementasi kalium biasanya dilakukan hanya setelah konsentrasi kalium darah dianalisis. Selain itu, konsentrasi infus kalium klorida tidak boleh melebihi 0,3%, dan kecepatannya tidak boleh terlalu cepat, tidak melebihi 3g/jam.
Selama periode infus, reaksi pasien harus diamati dengan cermat, dan jika pasien mengalami reaksi yang merugikan seperti kemerahan pada kulit, bengkak, gatal, nyeri, sesak napas, dll., pasien perlu memberi tahu dokter tepat waktu untuk mendapatkan perawatan.