Makan makanan panas akan mempengaruhi epiglotis, dan makanan yang terlalu panas akan menyebabkan kerusakan mukosa epiglotis. Jika makanan terlalu panas, seluruh tenggorokan, termasuk epiglotis dan kerongkongan, dapat mengalami kerusakan akibat panas.
Epiglotis terletak di pintu masuk laring, yang juga merupakan organ penting untuk bernapas dan menelan. Saat menelan, badan laring terangkat dan epiglotis menutupi pintu masuk rongga laring untuk memastikan makanan masuk ke kerongkongan dengan lancar, sehingga terhindar dari terhirupnya makanan dan tersedak. Oleh karena itu, makanan akan melewati permukaan epiglotis dalam proses menelan, dan makanan yang terlalu panas akan mempengaruhi epiglotis.
Sebisa mungkin pilihlah makanan yang hangat, dan usahakan untuk tidak makan makanan yang terlalu panas atau pedas untuk mengurangi iritasi pada faring, epiglotis, dan mukosa esofagus.