Bagaimana cara mengetahui apakah bayi Anda menderita stenosis anal

Ada tiga cara untuk menilai stenosis anus: pengamatan tinja bayi, pemeriksaan fisik, dan anamnesis.
1. Pengamatan tinja bayi: bayi yang mengalami stenosis anus biasanya mengalami konstipasi jangka panjang, tinja encer, tinja kering disertai darah, sering buang air besar tetapi sulit buang air besar, dan pada saat yang sama terdapat fisura ani serta wasir dan penyakit lainnya, maka kemungkinan besar bayi tersebut mengalami stenosis anus.
2. Pemeriksaan fisik: Anda dapat membawa bayi Anda ke rumah sakit untuk melakukan tes jari dubur, jika otot sfingter ani tegang, sering merasa sesak, jari tidak bisa masuk lebih dalam, dan ketika Anda melakukan kontraksi anus atau gerakan mengangkat anus, jari terasa mengencang, kemungkinan besar bayi Anda mengalami stenosis anus.
3. Tanyakan riwayat medis: jika bayi memiliki riwayat operasi perianal, seperti operasi abses perianal, polipektomi anus, wasir campuran pengelupasan eksternal dan ligasi internal, dll., Bayi kemungkinan besar akan mengalami stenosis anus setelah operasi.
Bayi yang mengalami stenosis anus harus segera mendapatkan perawatan medis tepat waktu, pergi ke rumah sakit secara teratur untuk pemeriksaan, jangan melakukan diagnosis dan pengobatan sendiri, agar tidak menimbulkan konsekuensi yang lebih serius.