Pasien dengan cedera labrum glenoid biasanya dapat bertahan 1-3 tahun jika tidak menjalani operasi. Cedera pada labrum mengakibatkan hilangnya stabilitas sendi dan dapat menyebabkan subluksasi atau dislokasi total sendi, sehingga membatasi kemampuan pasien untuk melakukan aktivitas sendi yang normal dan mencapai rentang gerak sendi yang asli, yang dapat memengaruhi kualitas hidup. Cedera pada labrum glenoid juga dapat menyebabkan kerusakan sekunder pada tulang rawan permukaan artikular, yang dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada tulang rawan. Pada kasus kerusakan tulang rawan yang parah, osteoartritis dapat terjadi, yang mengakibatkan pertumbuhan dan kelainan bentuk sendi, yang secara serius dapat memengaruhi masa pakai sendi. Cedera pada labrum glenoid juga dapat menyebabkan nyeri dan gejala yang saling mengunci ketika sendi digerakkan, sehingga otot-otot di sekitar sendi tidak berfungsi dengan baik dan dapat menyebabkan atrofi otot-otot di sekitar sendi. Oleh karena itu, pasien dengan cedera labral glenoid dirawat secara konservatif dan biasanya berlangsung selama 1-3 tahun sebelum kondisi tersebut memaksa pasien untuk memilih pembedahan. Pasien disarankan untuk melindungi sendi dengan menghindari rangsangan yang terlalu dingin atau panas. Berhati-hatilah untuk beristirahat dan hindari pekerjaan berat seperti mengangkat benda berat untuk mencegah memperdalam robekan. Perhatian ekstra harus diberikan ketika melakukan gerakan tertentu, seperti latihan di atas bahu, karena gerakan ini sangat mungkin merusak labrum glenoid. Jika perawatan bedah dilakukan, diperlukan penyangga yang wajar, serta kebutuhan untuk meningkatkan intensitas latihan rehabilitasi.