Tergantung pada tingkat keparahan cedera tendon supraspinatus bahu kiri, perawatan konservatif atau pembedahan dapat dilakukan. 1. Perawatan konservatif: Jika gejala pasien relatif ringan, perawatan konservatif dapat diadopsi, yang dapat dilakukan pada sisi yang terkena fleksi tungkai suspensi 90 ° di pengereman dada, sehingga dapat menciptakan kondisi untuk pemulihan tendon supraspinatus yang terluka. Pada saat yang sama, perhatian terhadap istirahat dan obat antiinflamasi oral, seperti ibuprofen, naproxen, dll., Saat gejalanya mereda, latihan fungsional dini dapat dilakukan. 2. Perawatan bedah: Jika cedera tendon supraspinatus lebih serius, perawatan bedah harus dilakukan. Perawatan ini perlu dilakukan dengan operasi artroskopi invasif minimal, dan tendon yang pecah akan dijahit dan diperbaiki dengan memasang paku keling untuk mengembalikan fungsi sendi bahu. Jika gejala cedera tendon supraspinatus bahu kiri pasien serius, atau gejalanya tidak membaik, pasien harus segera ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, dan tidak boleh sembarangan menggunakan obat.