Bayi yang “kebiasaan buruknya” sebenarnya ingin dimanjakan?

Bayi tumbuh dari hari ke hari, dari pertama kali mengucapkan panggilan ayah dan ibu secara samar-samar, memegang sendok untuk makan sendiri, dari berbaring di gendongan hingga merayap ke depan, kemajuan sedikit demi sedikit ini telah membawa sukacita yang luar biasa bagi keluarga. Para orang tua diingatkan bahwa beberapa kebiasaan yang menurut orang tua tidak baik sebenarnya merupakan bagian alami dari perkembangan bayi, dan para ibu hanya perlu membimbingnya, bukan melarangnya. Kebiasaan “buruk” a: mengambil nasi dengan tangan Bayi berusia sekitar satu tahun sering menggunakan tangannya untuk mengambil nasi untuk dimakan, banyak orang tua yang langsung menghentikan perilaku “nakal” ini. Faktanya, bayi dengan tangan untuk menggenggam nasi tidak hanya dapat meningkatkan keakraban mereka dengan makanan, dan secara bertahap menumbuhkan minat mereka terhadap makanan, tetapi juga untuk menghindari bayi tumbuh menjadi pemilih makanan yang buruk. Makan dan membaca sama-sama membutuhkan perkembangan minat yang lambat. Biarkan anak Anda memiliki akses bebas terhadap warna, bentuk, dan kualitas makanan. Tips untuk para ibu: Yang harus ibu lakukan adalah mencuci tangan bayi mereka dan membiarkan mereka bermain dengan bebas. Perlu diperhatikan bahwa makanan yang berbentuk bulat dan keras seperti biji kacang tanah, popcorn, dan kacang-kacangan kecil tidak boleh digenggam oleh bayi agar tidak tersangkut di tenggorokannya. Kebiasaan “buruk” kedua: makan jari bayi tiga atau empat bulan suka menghisap jari, bahkan semua benda yang ada dalam jangkauannya selalu suka dimasukkan ke dalam mulut untuk digigit. Psikolog Sigmund Freud menyebut tahun pertama setelah kelahiran bayi sebagai “periode oral”, adalah tahap dasar pertama perkembangan kepribadian. Ini adalah tahap dasar pertama dari perkembangan kepribadian di mana anak mencoba untuk mengenali berbagai hal dan memahami dunia melalui mengisap, menjilat dan menggigit. Menghentikan anak makan dengan paksa akan membekas dalam jiwa anak, sehingga ia akan mudah cemas dan mengamuk saat ia dewasa dan kurang memiliki rasa percaya dan aman. Tips untuk para ibu: Lepaskan jari-jari Anda saat bayi Anda tertidur untuk menghindari kebiasaan mengisap jari dalam jangka waktu lama yang dapat menyebabkan gigitan gigi yang buruk. Jika bayi berusia tujuh atau delapan bulan menggigit apa pun yang dilihatnya, ibu dapat memotong buah menjadi potongan-potongan panjang untuk digigit oleh bayi. Bayi berusia lebih dari satu tahun, ibu harus sebisa mungkin melalui pelukan untuk menenangkan bayi, perhatiannya pada gambar, mainan, dan benda-benda lain, sehingga secara kognitif lebih banyak hal, untuk mengembangkan otaknya. “Kebiasaan buruk 3: Merangkak Merangkak di lantai itu kotor! Para ibu umumnya tidak suka membiarkan bayi merangkak di lantai. Tetapi merangkak adalah langkah pertama bayi berjalan, dan merangkak juga dapat memperkuat tangan, mata, pinggang, kaki, dan bagian lain dari koordinasi tubuh bayi, dapat membuat bayi berinisiatif untuk menghubungi dan mengetahui berbagai hal lebih awal, untuk mendorong perkembangan kemampuan kognitif. Untuk lingkungan yang tidak dikenal, selain rasa kagum, bayi juga akan memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan keinginan untuk mengetahui, berharap melalui tangan mereka sendiri untuk menjelajahi, mengetahui dan memahami dunia, memanjakan diri. Tips untuk bayi: Selama bayi tidak memasukkan tangannya ke dalam mulutnya setelah merangkak, dan tidak mengambil makanan, para ibu tidak perlu terlalu khawatir. Jika Anda takut tanah yang kotor akan membawa penyakit, ibu dapat memakaikan baju kecil pada bayi. Kebiasaan “buruk” empat: melempar barang Anda memberikan mainan kepada bayi, ia bahkan tidak melihat mainan yang dilempar ke tanah. Ketika Anda mengambilnya, dia melemparnya lagi. Terkadang bayi menangkap apa saja untuk dilempar, gelas air, sendok, mangkuk nasi …… melempar barang sebenarnya adalah semacam “permainan bayi”. Bayi dalam pengulangan aksi permainan yang terus menerus, memperkuat pengetahuan tentang berbagai objek, lingkungan, tetapi juga melatih koordinasi mata-tangan bayi, untuk perkembangan kognitif di masa depan untuk meletakkan dasar. Kontak mata dan kontak tubuh antara “melempar” dan “mengambil” memenuhi kebutuhan emosional bayi dan perkembangan emosionalnya, dan hubungan orang tua-anak semakin diperkuat. Respons positif ibu terhadap permainan bayi pada gilirannya dapat merangsang respons positif bayi, memberikan rasa percaya diri dan kepuasan. Ibu dapat mempersiapkan bayi di rumah dengan berbagai tekstur dan warna mainan yang berbeda untuk dilempar dan dimainkan oleh bayi, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan perkembangan bayi, tetapi juga untuk menghindari bayi merusak kebersihan rumah dan benda-benda. “Kebiasaan buruk” ini, jika dipaksakan untuk dihentikan, mungkin akan menjadi kontraproduktif, jadi ibu dan ayah hanya perlu lebih banyak membimbing, untuk mendorong perkembangan intelektual bayi.