Tidur yang Lebih Baik Dapat Mengurangi Risiko Nyeri Bahu dan Punggung

Menurut laporan “Daily Mail” Inggris, sebuah penelitian menunjukkan bahwa tidur malam yang buruk tidak hanya membuat suasana hati Anda buruk, tetapi juga membuat Anda merasa sakit dan tidak nyaman di seluruh tubuh, dan orang yang kurang tidur 66 persen lebih mungkin menderita rasa sakit di tubuh. Para peneliti di Universitas Sains dan Teknologi Norwegia (NTNU) mengikuti ribuan orang selama lebih dari 10 tahun untuk mencapai kesimpulan ini. Studi baru yang diterbitkan dalam European Journal of Public Health ini menunjukkan bahwa lebih dari 27.000 perempuan dan laki-laki Norwegia disurvei, dan tidak ada satu pun dari subjek yang memiliki riwayat nyeri punggung, leher, dan bahu kronis. Mereka dimasukkan ke dalam kelompok yang berbeda sesuai dengan kebiasaan tidur mereka, dan setelah 11 tahun, mereka disurvei lagi untuk melihat kelompok mana yang lebih mungkin mengalami nyeri punggung. Wanita yang kadang-kadang kurang tidur 32 persen lebih mungkin mengalami sakit punggung daripada mereka yang tidur nyenyak, dan mereka yang hampir tidak tidur sama sekali 66 persen lebih mungkin mengalami sakit punggung. Hasil untuk pria masing-masing adalah 30 persen dan 54 persen. Kelompok wanita yang kurang tidur memiliki kemungkinan 53 persen lebih besar untuk mengalami nyeri leher dan bahu, dan pria memiliki kemungkinan 58 persen lebih besar. Menurut penelitian tersebut, hal ini memberikan bukti yang dapat dipercaya bahwa kurang tidur merupakan faktor risiko independen untuk nyeri otot dan tulang punggung kronis, karena fakta bahwa istirahat yang buruk dapat meningkatkan tingkat protein dalam darah, yang mengarah ke keadaan peradangan ringan di seluruh tubuh, menyebabkan respons dari sistem nyeri. Oleh karena itu, cara untuk mengurangi nyeri bahu dan punggung kronis terletak pada peningkatan kualitas tidur, aktivitas fisik yang diperlukan, dan pemeliharaan berat badan.