Fluktuasi tekanan darah yang besar memang lebih menakutkan daripada hipertensi. Fluktuasi tekanan darah akan menyebabkan kerusakan yang lebih besar pada organ target seperti jantung, otak, dan ginjal, dan lebih mungkin menyebabkan berbagai penyakit, sehingga pasien dengan hipertensi harus mengikuti saran medis, meminum obat tepat waktu, dan memastikan bahwa tekanan darah mereka berada pada nilai yang stabil.
Dibandingkan dengan hipertensi, fluktuasi tekanan darah yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi dan rendah dapat merusak lapisan pembuluh darah, yang menyebabkan pembekuan darah, dan juga memperburuk aterosklerosis, sehingga menyebabkan penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular, seperti serangan jantung dan infark otak.
Fluktuasi tekanan darah yang berulang-ulang juga dapat menyebabkan iskemia serebral, yang dalam jangka panjang menyebabkan penyakit otak degeneratif, disfungsi kognitif, dan bahkan penyakit Alzheimer.
Fluktuasi tekanan darah yang besar juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal, proteinuria, edema, dan lain-lain, dalam jangka panjang dapat menyebabkan gagal ginjal.
Oleh karena itu, pasien dengan hipertensi harus minum obat seperti yang diresepkan oleh dokter dan memantau tekanan darah mereka beberapa kali sehari untuk memastikan bahwa tekanan darah mereka tetap stabil.