Pertama-tama, obat direbus di atas api bela diri, dan kemudian direbus di atas api kecil setelah air mendidih, sehingga obat dapat direbus dengan lebih menyeluruh dan direbus sesuai dengan tujuan awal dokter, sehingga mencapai tujuan penyembuhan penyakit. Lamanya rebusan bervariasi sesuai dengan obatnya. Jika obatnya dari jenis kerang atau batu emas, seperti tulang naga dan tiram, yang sulit direbus dan tidak larut dalam air, sebaiknya direbus dalam waktu yang lebih lama agar zat aktifnya bisa lebih encer. Untuk bunga, daun, batang, dan herba, waktu perebusan bisa sedikit lebih singkat, yang akan membantu bahan aktif mengendap, tanpa menyebabkan bahan aktif hancur karena perebusan yang lama. Waktu rebusan klinis lebih baik untuk menghormati instruksi dokter dalam proses pemberian obat, yang lebih kondusif untuk perbaikan kondisi.