Perawatan ligamen betis yang robek meliputi kombinasi berikut ini: pertama, betis harus diimobilisasi dengan gips atau penyangga selama kurang lebih 2-3 minggu untuk mempercepat penyembuhan ligamen betis yang robek dan untuk mencegah terjadinya cedera kembali pada ligamen betis yang robek. Kedua, hindari bergerak ke tanah dan tinggikan tungkai yang terkena selama imobilisasi untuk memfasilitasi aliran balik vena ke tungkai bawah, sehingga membantu mengurangi pembengkakan dan rasa sakit lokal. Ketiga, setelah fase akut, fisioterapi lokal dengan panas, minyak safflower atau air ortopedi, atau Yunnan Baiyao dapat digunakan untuk meningkatkan sirkulasi darah pada ligamen betis yang robek, sehingga mempercepat penyembuhan ligamen yang robek. Keempat, untuk pasien dengan rasa sakit yang signifikan, obat antiinflamasi dan pereda nyeri simtomatik dapat dikonsumsi secara oral, seperti Fentanyl, tablet Fotarine atau kapsul Cilobal, dll. Obat-obatan ini dapat mengurangi peradangan steril lokal dan dengan demikian mencapai efek pereda nyeri yang signifikan.