Gangguan sendi temporomandibular adalah salah satu gangguan yang paling umum terjadi pada daerah mulut dan rahang atas. Penyakit ini menyerang orang muda dan paruh baya, dengan hingga 80% populasi universitas memiliki gejala. Penyebabnya belum sepenuhnya dipahami. Hal ini mungkin terkait dengan faktor-faktor berikut: 1. faktor psikososial: ketegangan mental, lekas marah, cemas, kelelahan, insomnia, dll.; 2. faktor oklusal: maloklusi, gangguan pada sendi, dll. (misal: erupsi ektopik pada gigi bungsu); 3. beban berlebih pada sendi (misal: menggertakkan gigi pada malam hari, sering makan makanan keras, mengepalkan gigi pada siang hari, mengunyah ke arah samping, dll.); 4. faktor lainnya (misal: rangsangan dingin pada daerah sendi, postur tubuh yang buruk dalam jangka waktu lama), dll. Manifestasi klinisnya adalah: gerakan rahang yang tidak normal (misalnya, rahang yang miring), nyeri di area artikular (terutama di sekitar telinga, yang perlu dibedakan dengan penyakit otogenik), bunyi letupan dan murmur (karate-karate-karate saat membuka mulut). Pengobatan: Penyakit ini dapat sembuh sendiri! Sebagian besar pasien muda membaik dengan sendirinya atau sembuh secara spontan! Pada tahap awal ketika gejala terlihat jelas, perawatan harus dilakukan untuk melindungi sendi: hindari mengunyah benda keras, hindari membuka mulut lebar-lebar dan hindari kebiasaan buruk. Amati selama 1 minggu. Jika gejala terus memburuk, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang jelas dan, jika perlu, minum obat oral atau menggunakan rencana perawatan yang disesuaikan dengan gejala.