Dunia berubah dengan cepat, dan penelitian nutrisi dalam kehamilan berkembang lebih cepat lagi, dan ketika Anda memiliki anak kedua lagi, Anda akan menemukan bahwa ada lebih banyak tes laboratorium daripada beberapa tahun yang lalu. Di antara tes-tes ini adalah tes vitamin D. Jadi, apa sih vitamin D itu? 1, mengapa suplementasi vitamin D? Penelitian telah menemukan bahwa status vitamin D perinatal yang buruk dapat memiliki efek jangka pendek (misalnya, pre-eklampsia) atau jangka panjang (misalnya, anak-anak) pada tulang (osteoporosis), sistem kekebalan tubuh (gangguan autoimun, metaplasia), dan kesehatan secara umum. 2. Berapa banyak vitamin D yang normal dalam kehamilan? Umumnya direkomendasikan bahwa kadar 25(OH)D serum tidak kurang dari 20 ng/ml (50 nmol/L) adalah tepat pada kehamilan, dan setidaknya 30 ng/ml juga disarankan. Ambang batas optimal untuk vitamin D pada kehamilan, menyusui, dan periode neonatal tidak jelas, dan lebih banyak tidak selalu lebih baik. 3. Dari mana vitamin D berasal? Sangat sedikit makanan di alam yang secara alami mengandung vitamin D. Beberapa ikan laut dalam mengandung vitamin D di dalam hati mereka, meskipun tidak disarankan karena kemungkinan kadar logam berat yang berlebihan. Jadi, dari mana tubuh mendapatkan vitamin D yang dibutuhkannya? Jawabannya: paparan sinar matahari. Ini karena sintesis kulit adalah sumber alami utama vitamin D. Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet, paparan sinar matahari dapat terkena sinar matahari, biasanya lengan dan wajah dalam waktu singkat paparan sinar matahari setara dengan asupan harian 200 U vitamin D. Jadi apakah semakin lama terpapar sinar matahari, semakin banyak vitamin D yang akan disuplementasi? Apakah vitamin D3 yang diproduksi akan berlebihan dan menyebabkan toksisitas? Tidak, tubuh dapat mengaturnya sendiri. Jika Anda mendapatkan terlalu banyak sinar matahari, tubuh Anda akan mengubahnya menjadi metabolit tidak aktif yang tidak berfungsi. (Saya tidak akan menjelaskan secara rinci tentang proses pengubahannya). 4. Berapa banyak vitamin D yang harus ditambahkan setiap hari? Jumlah yang harus ditambahkan tergantung pada berapa banyak yang kurang. Untuk orang biasa, yang tinggal di daerah yang cerah, tidak memiliki penyakit, tidak menggunakan obat-obatan tertentu, sinar matahari selama 20-30 menit setiap hari sudah cukup. Untuk anak-anak, lansia, dan wanita usia subur, populasi umum direkomendasikan untuk mengonsumsi suplemen vitamin D harian 600U-800U. IOM 2010 merekomendasikan agar semua wanita usia subur, termasuk wanita hamil dan menyusui, diberikan suplemen harian 600U vitamin D. Untuk wanita hamil yang mengalami defisiensi vitamin D, suplementasi dengan 1000-2000U vitamin D per hari direkomendasikan dan dianggap aman. aman. Perlu juga dicatat bahwa ekskresi kalsium urin meningkat selama kehamilan, dan kadar kalsium urin harus dipantau ketika mengobati kekurangan vitamin D, terutama pada wanita dengan riwayat batu ginjal. 5. Bagaimana cara melengkapi? (1) Suplemen kalsium: Suplemen kalsium direkomendasikan selama kehamilan. Suplemen kalsium biasanya diformulasikan dengan vitamin D. (2) Tablet multivitamin ibu hamil: Selama kehamilan, dianjurkan untuk menambah berbagai vitamin dan elemen, yang juga mengandung vitamin D. Jumlah reguler tablet multivitamin dan suplemen kalsium yang mengandung vitamin D yang digabungkan pada dasarnya sudah cukup. (3) sinar matahari di luar ruangan, jangan mengolesi tabir surya, jangan memakai pakaian pelindung, setengah jam sudah cukup. 6. Vitamin D3 atau Vitamin D2? Suplemen vitamin D termasuk ergocalciferol (Vitamin D2) dan cholecalciferol (Vitamin D3). D3 lebih mudah diubah menjadi bentuk aktif vitamin D. Ini lebih efektif dalam meningkatkan kadar 25- hingga 25-hidroksibenzena dalam darah. D3 lebih mudah diubah menjadi bentuk aktif vitamin D dan lebih efektif dalam meningkatkan kadar 25-hidroksivitamin D. Oleh karena itu, D3 biasanya lebih disukai daripada D2. Beberapa suplemen kalsium dan tablet vitamin mengandung vitamin D2, sementara sebagian besar mengandung vitamin D3, yang dapat Anda perhatikan saat memilih. 7. Apakah baik mengonsumsi suplemen vitamin D super? Beberapa penelitian telah menemukan bahwa suplementasi vitamin D yang melebihi Angka Kecukupan Gizi (AKG) dapat mengurangi hasil kehamilan yang merugikan seperti preeklampsia dan lahir mati, dan juga dapat meningkatkan hasil neonatal yang merugikan seperti kematian neonatal dan asma. Hal ini merupakan topik penelitian yang hangat saat ini. Namun, karena apakah ibu hamil itu sendiri kekurangan vitamin D atau tidak, populasi yang kekurangan vitamin D memiliki dampak yang besar terhadap hasilnya. Jadi, studi klinis yang lebih ketat diperlukan untuk membenarkan pemberian vitamin D yang berlebihan. Jadi, jangan mengikuti secara membabi buta, tetapi analisislah situasi Anda secara spesifik.