Untuk mencurigai adanya kanker perianal, diperlukan pemeriksaan fisik umum, pemeriksaan darah rutin, pemeriksaan pencitraan, pemeriksaan histopatologi, dan sebagainya. 1. Pemeriksaan fisik umum: ketika mencurigai adanya kanker perianal, seseorang dapat mengamati apakah ada benjolan di daerah perianal melalui pemeriksaan visual, dan menyentuh daerah perianal dengan jari dubur untuk melihat apakah ada benjolan, rasa sakit, pendarahan, dan sebagainya. 2. Pemeriksaan darah rutin: beberapa pasien kanker dapat menderita anemia karena kehilangan darah, yang dimanifestasikan oleh penurunan sel darah merah dan hemoglobin. 3. Pemeriksaan pencitraan: Pemeriksaan pencitraan seperti CT dapat menentukan apakah pasien memiliki benjolan dan apakah ada metastasis jauh. 4. Pemeriksaan histopatologi: pemeriksaan ini dapat memperjelas sifat massa dan stadium patologis. Jika ada ketidaknyamanan fisik dan gejala terkait, dan dicurigai adanya kanker perianal, pasien harus pergi ke rumah sakit untuk konsultasi tepat waktu untuk menghindari penundaan kondisi.