Diare setelah makan ceri, bisa jadi karena gastroenteritis, masuk angin, sindrom iritasi usus besar, ketidakseimbangan flora usus, dan penyebab lainnya. Perlu mengklarifikasi penyebabnya, memberikan penyesuaian pola makan, pengobatan (norfloksasin, tablet bifidobacterium tetraprolium), dll., dan jika perlu, perlu melakukan kolonoskopi, pemeriksaan tinja secara rutin, dan pemeriksaan lainnya untuk mengklarifikasi lebih lanjut. 1. Penyesuaian pola hidup dan pola makan: seperti makan ceri terlalu banyak, makan ceri yang terlalu dingin, dll., yang dapat menyebabkan peningkatan gerak peristaltik saluran pencernaan, penurunan fungsi pencernaan, dan gejala diare. Umumnya tidak diperlukan perawatan khusus dan dapat sembuh dengan sendirinya. 2. Penyebab penyakit dan pengobatan: Pemeriksaan feses, pemeriksaan darah, enteroskopi, dan pemeriksaan lainnya dapat dilakukan di bawah bimbingan dokter untuk menegakkan diagnosis yang jelas. Seperti gastroenteritis akut perlu memberikan norfloksasin, levofloksasin dan obat lain untuk melawan infeksi; seperti sindrom iritasi usus besar perlu memberikan pivivoxyl bromide dan obat lain; seperti disbiosis perlu memberikan tablet bifidobacterium tetrads, kapsul bacillus licheniformis dan obat lain untuk mengatur flora usus. Makan ceri diare, ada banyak penyebabnya, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter, membersihkan penyebabnya dan memberikan pengobatan yang tepat.