Ada banyak penyebab polip usus, yang mungkin terkait dengan iritasi kronis, faktor genetik, dan sintesis DAN yang tidak terkendali.
1. Rangsangan kronis: Rangsangan kronis meliputi rangsangan makanan, rangsangan mekanis, dan rangsangan inflamasi. Konsumsi alkohol dalam jangka panjang, merokok, dan diet tinggi lemak dalam jangka panjang akan merangsang sekresi asam empedu, yang merangsang mukosa usus dalam jangka waktu lama, menyebabkan peradangan kronis, yang mengarah pada pembentukan granuloma, dan juga dapat menyebabkan polip usus.
2. Faktor genetik: pembentukan polip dan mutasi gen, faktor genetik berkaitan erat dengan beberapa polip dan kelainan kromosom, atau kelainan gen keluarga, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mutasi gen dapat diturunkan dari orang tua ke anak keturunannya, seperti poliposis adenomatosa familial.
3. Sintesis DNA yang tidak terkendali: Misalnya, polip adenomatosa tubular, pembentukan penyebab pembelahan sel dan kontrol sintesis DNA dan sebagainya.
Kesimpulannya, setelah polip ditemukan di bawah endoskopi, pengobatan diberikan sesuai dengan jenis patologis, dan pemeriksaan mikroskopis secara teratur dilakukan untuk mendeteksi lesi baru pada waktunya, dan pada saat yang sama, perhatian harus diberikan untuk menghindari makanan pedas dan mengiritasi dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah polip dari transformasi kanker.