Hipoplasia lengkung aorta janin dapat disebabkan oleh kelainan perkembangan, kelainan kromosom, kebiasaan buruk orang tua selama kehamilan, dan genetika keluarga.
1. Kelainan perkembangan: Perkembangan abnormal pada daerah yang membentuk lengkung aorta selama perkembangan embrio dapat memicu displasia lengkung aorta, yang dapat menyebabkan malformasi lengkung aorta dan cabang-cabangnya.
2. Anomali kromosom: Ini termasuk tidak adanya gen yang terkait dengan pembentukan lengkung aorta, yang dapat menyebabkan displasia lengkung aorta dan cabang-cabangnya.
3. Kebiasaan buruk orang tua selama kehamilan: Orang tua yang merokok, minum alkohol atau begadang selama kehamilan, atau yang memiliki infeksi virus dapat menyebabkan hipoplasia arkus aorta pada janin.
4. Genetika keluarga: Hipoplasia lengkung aorta janin dapat dipengaruhi oleh genetika keluarga, dan kejadian hipoplasia lengkung aorta dapat meningkat pada anak-anak dari orang tua yang memiliki kondisi tersebut.
Hipoplasia lengkung aorta janin harus ditangani sedini mungkin dengan saran dari dokter spesialis.