Diagnosis ruam kulit seperti ruam berduri

  Diagnosis dibuat dengan pemeriksaan fisik.  1. Biang keringat merah: Bentuk klinis biang keringat merah yang paling umum (ruam jagung merah) disebabkan oleh keringat yang tumpah sedikit lebih dalam ke epidermis. Hal ini bisa terjadi pada usia berapa pun. Ini terjadi pada punggung tangan, soket siku, leher, dada, punggung, perut, di bawah payudara wanita, dan di kepala, wajah dan bokong anak-anak sebagai papula atau papula bulat padat, seukuran kepala peniti, dengan lingkaran merah ringan. Ruam sering muncul secara berkelompok dan dikaitkan dengan sensasi terbakar dan kesemutan ringan. Setelah ruam mereda, ada pengelupasan kulit yang sedang hingga ringan.  2. Ruam putih berduri: Ruam putih berduri (ruam jagung kristal) disebabkan oleh keringat yang meluap di dalam atau di bawah stratum korneum. Hal ini umum terjadi pada pasien yang banyak berkeringat di lingkungan yang panas, terbaring di tempat tidur untuk jangka waktu yang lama dan terlalu lemah. Sebagian besar lepuh dangkal seukuran jarum dengan dinding yang sangat tipis, mengkilap, isi yang jernih, dan tidak ada kemerahan terjadi pada leher dan batang tubuh. Tidak ada gejala yang disadari sendiri, mudah pecah setelah digosok ringan, dan mengering dengan bibir bersisik yang sangat tipis dan halus.  Ruam biang keringat pustular: Ruam biang keringat pustular (pustular kornea) adalah bintil kecil yang dangkal dengan kepala peniti di ujungnya. Hal ini jarang terjadi secara klinis dan sering terjadi pada lipatan, seperti fleksor tungkai dan area kemaluan, dan juga umum terjadi pada kepala dan leher anak-anak. Bintil-bintil sering kali steril atau mengandung kokus non-patogenik, tetapi bisa terinfeksi ketika pecah.