Metode rehabilitasi tangan setelah stroke dapat dibagi menjadi posisi anggota tubuh yang baik, latihan aktivitas pasif, gerakan sendi aktif dan latihan aktivitas harian yang baik.
1. Posisi tungkai yang baik: Setelah stroke, tangan memiliki postur fleksi pergelangan tangan yang tidak normal dan sendi jari mengepal karena ketegangan otot fleksor tungkai atas yang meningkat, sehingga perlu untuk menjaga pergelangan tangan tetap memanjang ke arah dorsal dan kelima jari lurus dan terpisah saat mengoreksi tangan untuk menjaga posisi tungkai yang baik untuk memfasilitasi pemulihan fungsional.
2. Latihan aktivitas pasif: lakukan latihan aktivitas pasif pada pergelangan tangan dan sendi jari untuk mencegah fleksi dan kejang sendi, dengan rotasi berirama yang lembut dan lambat, aktivitas fleksi dan ekstensi di dalam sendi.
3. Gerakan aktif: Dalam proses pemulihan kekuatan otot tungkai atas dan tangan, lakukan gerakan jari yang umum dan terpisah, yang dapat dilakukan mulai dari menggenggam hingga latihan mencubit ke samping, serta latihan kekuatan genggaman tangan, latihan perpanjangan jari.
4. Pelatihan motorik halus: kebutuhan rehabilitasi utama tangan adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga pelatihan halus seperti memasang baut, mengancingkan kancing, menggosok gigi, mengambil kacang, dll. Dapat dilakukan.
Pemulihan fungsi tangan setelah stroke relatif lambat, sehingga pelatihan harus dilakukan di bawah bimbingan terapis rehabilitasi profesional, agar tidak menimbulkan kebiasaan postur tubuh yang buruk.