Kotoran dalam bentuk pelet mungkin disebabkan oleh alasan fisiologis seperti makanan kering dan pedas serta asupan air yang tidak mencukupi. Hal ini juga dapat disebabkan oleh sindrom iritasi usus besar, polip usus, dan penyebab lain dari penyerapan air dalam tinja. 1. Alasan fisiologis: sering makan hot pot, bunga rampai dan makanan pedas dan kering lainnya, asupan air yang tidak mencukupi dalam jangka panjang, tidak makan bayam, ubi jalar dan makanan berserat kasar lainnya, dapat muncul di tinja kering. Perhatikan minum air setiap hari untuk meningkatkan kelembaban usus dan meredakan kekeringan. Makanlah lebih banyak pisang dan sayuran serta buah-buahan segar lainnya untuk menambah serat dan melunakkan tinja. 2. Penyebab patologis: penyakit seperti sindrom iritasi usus besar dapat dengan mudah menyebabkan gerakan peristaltik saluran pencernaan yang lambat, dan sisa makanan serta kandungan lainnya tinggal di saluran usus untuk waktu yang lama, sehingga terjadi penyerapan air, yang dapat menyebabkan tinja menjadi kering. Polip usus yang relatif besar, menyebabkan penyempitan saluran usus, buang air besar sulit, air dalam tinja yang terserap juga akan muncul fenomena tersebut. Fenomena ini tidak termasuk alasan fisiologis seperti diet, tetapi mungkin juga karena alasan lain, dan harus segera dikonsultasikan, di bawah bimbingan dokter untuk mengidentifikasi penyebabnya, dan untuk melakukan perawatan yang wajar.