Secara umum, perkembangan mielin dimulai pada bayi sekitar 3-6 bulan setelah lahir, dan sering kali mencapai puncaknya pada usia 2-4 tahun, dan dapat mencapai lebih dari 80 persen perkembangan mielin orang dewasa pada anak usia sekolah, yaitu pada usia 6-7 tahun. Selubung mielin adalah penanda penting dari saraf bermyelin. Mielin sebenarnya terdiri dari struktur selaput di luar akson sel saraf, yang terbuat dari sel-sel mielin, dan fungsi utamanya adalah bertindak sebagai isolator, mencegah impuls saraf agar tidak mengganggu saraf di sekitarnya. Saraf bermielin menghantarkan impuls secara signifikan lebih cepat daripada saraf yang tidak bermielin karena mereka menghantarkan impuls secara melompat. Selain itu, selubung mielin memungkinkan saraf yang rusak untuk memandu regenerasi akson. Oleh karena itu, selubung mielin, jika berkembang dengan baik, sering kali menandakan perbaikan sistem saraf secara bertahap. Jika selubung mielin tidak cukup disuplai dengan nutrisi selama perkembangan, atau dipengaruhi oleh infeksi virus, faktor eksogen, atau toksin, maka hal ini dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan saraf atau fungsi otak yang sesuai, yang biasanya dapat dilihat pada pencitraan. Displasia mielin dan keterlambatan perkembangan dapat terjadi jika dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti obat-obatan, keracunan, infeksi, dan penyakit bawaan. Ada beberapa perubahan tertentu pada pencitraan, gejala klinis, dan perlunya penanganan yang tepat waktu.