CT scan dada mengacu pada penggunaan CT untuk pemeriksaan lesi dada, dan kini semakin banyak digunakan, terutama dalam praktik klinis untuk pemeriksaan fisik rutin pasien, atau radiografi umum untuk menemukan lesi paru-paru yang memerlukan diagnosis definitif lebih lanjut. Pemeriksaan ini digunakan untuk menentukan apakah pasien menderita pneumonia, tuberkulosis, tumor paru, abses paru, pneumotoraks, efusi pleura, bronkiektasis, hipertrofi pleura, ruang pleura, dll. Pemeriksaan ini juga dapat menentukan penyakit mediastinum, misalnya memeriksa apakah terdapat tumor dan pembesaran kelenjar getah bening di mediastinum. CT scan dada lebih sederhana, lebih nyaman digunakan dan lebih murah, serta semakin banyak digunakan pada pasien gawat darurat.