Ada banyak alasan mengapa pasien sering mengalami sakit kepala dan kekurangan energi, seperti kurangnya oksigen ke otak karena cuaca, ketidaknyamanan fisik, dan berbagai penyakit pada otak, yang dapat menyebabkan: Pertama, jika pasien memiliki gangguan tidur dan begadang, mereka juga dapat menyebabkan neurasthenia, yang membuat mereka lebih rentan terhadap sakit kepala dalam kehidupan sehari-hari, disertai dengan kelemahan dan depresi mental. Kedua, jika pasien mengalami migrain dan sakit kepala miotonik, mereka juga rentan terhadap sakit kepala dan kekurangan energi di bawah rangsangan pengerahan tenaga, kurang istirahat dan faktor mental. Ketiga, pasien yang sering sakit kepala dan kekurangan energi terkait dengan faktor mental, misalnya, jika pasien lebih cemas dan gugup, mereka lebih cenderung memiliki gejala somatisasi, yang bermanifestasi sebagai sakit kepala, kelemahan, panik, dan sesak dada.