Ketulian akibat ledakan petasan yang disebabkan oleh petasan yang dialami Tn. Zhou yang berusia 40 tahun membaik setelah pengobatan ini

(Penafian: Artikel ini hanya untuk penggunaan ilmiah, dan informasi dalam konten berikut telah diproses untuk melindungi privasi pasien)

Abstrak: Ketulian akibat petasan disebut tuli ledakan, dan gangguan pendengaran sering memuncak dalam waktu singkat. Artikel ini menyajikan seorang pasien pria berusia 40 tahun yang datang dengan “gangguan pendengaran di telinga kiri dengan tinitus akibat petasan” dan didiagnosis dengan tuli ledakan. Kondisi pasien membaik, gejala vertigo hilang, dan pendengaran di telinga kanan berangsur-angsur pulih setelah pengobatan standar.

Informasi dasar】 Laki-laki, 40 tahun

Jenis Penyakit】Tuli eksplosif

Rumah Sakit】Rumah Sakit Umum Zona Perang Utara

Tanggal Konsultasi】Februari 2021

Rencana pengobatan】Obat intravena (injeksi ekstrak Ginkgo biloba, adenosin cobalamin untuk injeksi) + obat oral (tablet vitamin B kompleks, tablet ekstrak Ginkgo biloba, tablet dispersi methylcobalamin)

Masa pengobatan】 10 hari pengobatan intravena di klinik rawat jalan, 15 hari pengobatan oral

Efek pengobatan] Gejala vertigo menghilang dan pendengaran di telinga kanan berangsur-angsur pulih.

I. Konsultasi awal

Tuan Zhou melaporkan bahwa dia terkena ledakan kuat ketika dia menyalakan petasan pada Malam Tahun Baru dan merasakan gangguan pendengaran di telinga kirinya dan suara mendengung di telinganya. Endoskopi menunjukkan bahwa saluran pendengaran eksternal kedua telinga bersih, membran timpani telinga kanan sedikit tersumbat dan tidak berlubang, dan pemeriksaan pendengaran menunjukkan gangguan pendengaran sensorineural di telinga kanan tetapi tidak ada kelainan di telinga kiri. Berdasarkan riwayat medis pasien dan pemeriksaan tambahan, pasien didiagnosis mengalami ketulian ledakan dan direkomendasikan untuk diobati dengan pengobatan tepat waktu.

II. Riwayat pengobatan

Pertama, pasien perlu memastikan saluran telinga luar bersih dan kering. Pasien diberikan suntikan ekstrak Ginkgo biloba untuk meningkatkan sirkulasi, adenosin cobalamin untuk injeksi untuk menyehatkan saraf, dan tablet vitamin B kompleks untuk pemberian oral. Pada saat yang sama, pasien perlu pergi ke Departemen Rehabilitasi dan Fisioterapi untuk terapi oksigen hiperbarik. Disarankan agar kemanjurannya diamati setelah 10 hari pengobatan, tetapi karena riwayat hipertensi pasien sebelumnya, tekanan darah meningkat secara signifikan selama masa pengobatan, sehingga oksigen hiperbarik tidak dapat dilakukan secara normal.

III. Efek pengobatan

Pasien kembali ke rumah sakit setelah 10 hari pengobatan dan mengatakan bahwa gejala vertigo hilang, gangguan pendengaran di telinga kanan membaik secara signifikan, dan dia dapat berkomunikasi dengan keluarganya secara normal, tetapi dia masih menderita tinitus, yang terputus-putus dan lebih jelas di malam hari, dan pemeriksaan ulang endoskopi menunjukkan bahwa saluran telinga luar kanan bersih dan membran timpani tidak lagi tersumbat. Karena pemulihan tinitus lambat, dianjurkan untuk terus menerapkan obat untuk meningkatkan sirkulasi dan nutrisi saraf, dan mengkonsolidasikan pengobatan selama 15 hari, dan tablet ekstrak ginkgo biloba oral dan tablet dispersi methylcobalamin direkomendasikan.

IV. Tindakan pencegahan

Setelah pengobatan, tinitus dan gangguan pendengaran pasien telah berkurang, yang memuaskan sebagai dokter yang merawat. Pasien disarankan untuk memakai penutup telinga untuk melindungi telinganya dan juga perlu memperhatikan pengurangan kontak dengan kebisingan untuk mengurangi rangsangan sel rambut telinga bagian dalam. Penting untuk makan makanan ringan dan menghindari makanan pedas dan iritasi. Penting juga untuk menghindari merokok, minum alkohol dan begadang. Terus menerapkan obat yang meningkatkan sirkulasi dan nutrisi saraf untuk mengkonsolidasikan pengobatan, yang biasa digunakan adalah tablet ekstrak Ginkgo biloba dan tablet methylcobalamin dispersible. Anda dapat mendengarkan musik ringan di malam hari untuk menutupi tinitus selama tidur.

V. Wawasan pribadi

Sadarilah keselamatan dalam hidup, perkuat pengelolaan bahan peledak, wadah bertekanan tinggi atau bahan yang mudah terbakar dan meledak, dan cobalah untuk menjauh dari mereka. Jika Anda harus menghubungi mereka, Anda harus memakai alat pelindung, seperti sumbat telinga dan penutup telinga. Jika Anda mengalami cedera ledakan pada telinga, Anda harus pergi ke rumah sakit tepat waktu, semakin tepat waktu perawatannya, semakin baik hasilnya. Selama masa pengobatan, pasien perlu menjaga sikap yang baik, secara aktif bekerja sama dengan pengobatan, menyesuaikan rencana pengobatan tepat waktu, dan mempertimbangkan untuk memakai alat bantu dengar untuk meningkatkan kualitas hidup jika pengobatannya tidak efektif.