Gejala disuria juga dapat berupa sering buang air kecil, nyeri saat buang air kecil, poliuria, dll. Bahaya utamanya meliputi peningkatan kemungkinan infeksi saluran kemih, inkontinensia urin, dan berdampak pada kualitas hidup. 1. Infeksi sistem saluran kemih: inkontinensia urin yang berkepanjangan menyebabkan retensi urin yang berkepanjangan di kandung kemih, sehingga meningkatkan kemungkinan sistitis dan uretritis. 2. Inkontinensia urin: inkontinensia urin yang berkepanjangan dapat menyebabkan peningkatan tekanan perut saat buang air kecil, yang dapat menyebabkan terjadinya inkontinensia urin. 3. Dampak pada kualitas hidup: terutama karena frekuensi buang air kecil yang disebabkan oleh inkontinensia urin, sering terjadi gangguan pada tatanan kehidupan normal, inkontinensia urin dapat mempengaruhi kondisi mental dan psikologis pasien. Jika gejala inkontinensia urin terjadi, Anda harus mencari perawatan medis tepat waktu.