Bukankah ejakulasi adalah penyakit?

Tidak mengalami ejakulasi belum tentu merupakan suatu penyakit. Ejakulasi pada pria dapat dibagi menjadi penyebab fisiologis dan juga patologis, yang dapat berupa ejakulasi fungsional akibat rangsangan seksual yang tidak mencukupi dan faktor lainnya, serta ejakulasi organik yang disebabkan oleh lesi neurologis atau endokrin. 1. Alasan fisiologis: pria tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang seks, sehingga tidak cukup rangsangan pada penis saat berhubungan seks, sehingga tidak dapat berejakulasi secara normal, atau terlalu memanjakan diri dalam hubungan seksual, setelah sering melakukan hubungan seks, yang dapat dengan mudah menyebabkan kelelahan tubuh, dan tidak dapat berejakulasi dengan lancar. 2. Alasan patologis: lesi dan cedera neurologis juga dapat mempengaruhi ejakulasi normal pada pria, seperti lesi di lobus lateral otak, sumsum tulang belakang terluka di bawah aksi faktor-faktor tertentu, yang dapat menyebabkan kerusakan neurologis, yang mengakibatkan fungsi ejakulasi tidak normal. Selain itu, hipoplasia kelenjar endokrin seperti kelenjar hipofisis, gonad, atau kelenjar tiroid dapat menyebabkan kerusakan pada saraf tepi, yang menyebabkan ejakulasi abnormal. Ada banyak alasan mengapa pria tidak mengalami ejakulasi, dan dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan aktif.