Diagnosis gangguan kecemasan diperlukan jika orang yang bersangkutan tampak sangat cemas secara umum. Gangguan kecemasan secara klinis dimanifestasikan oleh rasa khawatir, takut, dengan disfungsi saraf tanaman dan gangguan gerakan. Setelah kecemasan didiagnosis, perawatan klinis dapat mencakup pengobatan, psikoterapi atau fisioterapi. Pertama, pengobatan, pengobatan untuk gangguan kecemasan dengan obat anxiolytic atau antidepresan dengan efek anxiolytic adalah efektif. Seperti penerapan obat anti-kecemasan benzodiazepine, lorazepam, alprazolam, eszopiclone, atau penerapan antidepresan seperti paroxetine, sertraline, fluoxetine. Setelah menjalani pengobatan yang sistematis dan terstandardisasi, gejala-gejala mereka bisa membaik dengan baik. Kedua, perawatan psikologis terutama dilakukan dengan terapi perilaku kognitif, terutama pelatihan relaksasi dan metode perawatan perilaku lainnya. Jika pelatihan relaksasi dilakukan dalam waktu yang lama, gejala kecemasan dapat diperbaiki secara signifikan. Ketiga, fisioterapi, fisioterapi di klinik terutama memilih terapi biofeedback multi-parameter atau terapi stimulasi magnetik transkranial, efek pengobatannya bagus.