Massa yang ditinggalkan oleh jaringan yang sembuh setelah patah tulang atau oleh penyakit tertentu, seperti tumor tulang, disebut massa skeletal. Sistem kerangka, seperti organ lainnya, dapat mengembangkan tumor dari komponen jaringan apa pun atau lesi metastasis dari organ lain. Tumor yang menyerang tulang dapat terjadi pada sel-sel tulang, komponen hematopoietik tulang, tulang rawan dan komponen fibrosa atau sinovial. Tumor lainnya bisa timbul dari jaringan muskulo-neural, vaskular dan lemak tulang. Massa tulang mungkin tidak terasa pada awalnya, tetapi bisa menjadi bengkak dan nyeri apabila ukurannya lebih besar. Area yang terkena terasa nyeri dan terdapat benjolan lokal dan bengkak pada persendian dan tungkai. Pergerakan sendi dan anggota tubuh yang terkena dampak dibatasi. Tulang-tulang biasanya datar, terutama tulang dada, tulang rusuk, tengkorak, klavikula dan tulang rahang, dll. Tulang-tulang tersebut secara lokal terangkat, keras atau kenyal saat disentuh, elastis atau berderak saat ditekan dan terasa sakit saat disentuh. Jaringan tumor biasanya menyusup ke jaringan lunak di dekatnya, dan perubahan seperti manik-manik di tulang dada, tulang rusuk dan sendi rahang terlihat pada separuh pasien. Massa tulang sering ditemukan pada tulang pipih, terutama pada tulang dada, tulang rusuk, tengkorak, klavikula dan tulang rahang, dan secara lokal terangkat, keras atau kenyal saat disentuh, dengan elastisitas atau berdenging saat ditekan, dan nyeri saat ditekan. Jaringan tumor biasanya menyusup ke jaringan lunak di dekatnya, dan perubahan seperti manik-manik di tulang dada, tulang rusuk, dan sendi rahang terlihat pada separuh pasien. 2. Jaringan Guillainous: Tanda dan gejala klinis: pembengkakan, oedema, massa bahu yang bertulang, massa pembengkakan tulang yang terlokalisasi, rontgen tulang.