Stretch mark mulai berkembang paling lambat setelah sekitar delapan bulan kehamilan. Kondisi ini secara klinis disebabkan oleh perubahan hormon yang terjadi pada tubuh setelah kehamilan, yang menyebabkan serat elastis dan kolagen pada kulit perut yang membesar menjadi rusak atau putus, sehingga muncul pola kemerahan pada kulit. Sebagian besar pola kemerahan ini akan berubah menjadi putih seiring berjalannya waktu setelah penghentian kehamilan. Setelah stretch mark muncul, stretch mark tidak akan hilang dan tetap ada di perut seumur hidup. Munculnya stretch mark tidak mempengaruhi fisiologi wanita, tetapi hanya permukaan kulit yang akan berdampak pada estetika. Oleh karena itu, munculnya stretch mark harus ditangani dengan benar, tanpa ketegangan dan tanpa intervensi klinis.