Perbedaan antara pencegahan primer, pencegahan sekunder, dan pencegahan tersier adalah bahwa isi pencegahannya tidak sama; pencegahan primer menekankan pada penghilangan penyebab penyakit; pencegahan sekunder menekankan pada diagnosis dini dan deteksi dini; dan pencegahan tersier adalah pengobatan klinis. Pencegahan primer mengacu pada pencegahan penyakit dengan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kesehatan, atau menghilangkan faktor penyebab penyakit yang berbahaya bagi tubuh, sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Contohnya meliputi: pendidikan kesehatan, vaksinasi, pencegahan penyakit menular, dan pengobatan pencegahan untuk individu yang berisiko tinggi. Pencegahan sekunder mengacu pada deteksi dini dan pengobatan pada tahap praklinis penyakit. Hal ini dapat dilakukan melalui sensus, skrining, pemeriksaan kesehatan rutin, dan program-program utama untuk kelompok berisiko tinggi. Pencegahan tersier adalah memberikan perawatan klinis yang tepat waktu dan efektif kepada pasien yang menderita penyakit, untuk menghentikan perkembangan penyakit, untuk mencegah memburuknya penyakit, dan untuk mencegah perkembangan dan kecacatan. Penting untuk secara aktif melakukan pencegahan primer dan sekunder untuk mencegah penyakit sejak awal, dan pada saat yang sama secara aktif melakukan pencegahan tersier, dan berkonsultasi dengan dokter tepat waktu jika Anda merasa tidak enak badan.