Gelembung air seni yang meningkat dapat disebabkan oleh: i. Komponen konsentrasi zat terlarut dalam air seni yang tinggi, seperti kadar gula yang tinggi dalam air seni, atau kadar bilirubinuria atau bilirubinogen yang tinggi dalam air seni, atau protein dalam jumlah besar dalam air seni, yang dapat dilihat saat buang air kecil untuk mengejutkan air seni dengan air dan menghasilkan lebih banyak gelembung atau perubahan yang menyerupai gelembung, tanpa rasa sakit saat buang air kecil atau rasa tidak nyaman saat buang air kecil. Tes urin rutin atau tes sedimen urin dianjurkan untuk menentukan apakah ada konsentrasi tinggi zat terlarut yang terkait yang menyebabkan perubahan seperti busa atau gelembung. Kedua, bila terjadi infeksi pada saluran kemih, seperti infeksi P. aeruginosa, yang menyebabkan peningkatan bakteri penghasil gas dalam air seni, maka akan timbul gelembung yang lebih banyak saat buang air kecil. Hal ini disertai dengan gejala iritasi saluran kemih, seperti sering buang air kecil, desakan untuk buang air kecil, nyeri saat buang air kecil, dll. Tes laboratorium lebih lanjut diperlukan untuk memastikan diagnosis. Ketiga, pasien yang pernah menjalani operasi kandung kemih atau operasi uretra dan memiliki lebih banyak gelembung saat buang air kecil dianggap memiliki fistula vesiko-enterika atau fistula uretro-enterika, dll. Mungkin juga terdapat keluarnya cairan usus atau jaringan seperti feses, yang paling sering terjadi pada pasien yang pernah menjalani pembedahan atau setelah radioterapi panggul.