Mata juling secara medis dikenal sebagai strabismus, dan munculnya strabismus pada bayi berusia dua bulan bisa jadi merupakan fenomena fisiologis yang normal, seperti perkembangan yang tidak sempurna, atau bisa juga disebabkan oleh faktor keturunan, kelainan pada proses kelahiran, dan lain sebagainya.
1. Perkembangan yang tidak sempurna: otot mata bayi berusia dua bulan sedang dalam masa perkembangan, fleksibilitas bola mata relatif kurang baik, maka fenomena mata juling dapat terjadi. Umumnya dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi dapat diatasi.
2. Keturunan: strabismus memiliki tingkat kekeluargaan tertentu, karena keluarga yang sama dalam anatomi dan fisiologi mata memiliki karakteristik yang sama, jadi jika kerabat bayi muncul dalam fenomena strabismus internal, mungkin disebabkan oleh perkembangan strabismus internal secara turun-temurun, yang umumnya dikenal sebagai “mata juling”.
3. Proses kelahiran yang tidak normal: faktor-faktor seperti persalinan yang terhambat, asfiksia intrauterin, persalinan dengan tang, dan faktor lainnya dapat merusak saraf atau otot mata bayi, yang mengakibatkan bayi mengalami esotropia.
Strabismus pada bayi usia dua bulan juga dapat berhubungan dengan penyebab lain, jika usia bayi tidak membaik secara signifikan, orang tua disarankan untuk membawa bayinya ke rumah sakit untuk pemeriksaan guna mengetahui penyebabnya, dan penanganan dini.