Bayi baru lahir yang memuntahkan cairan encer dapat disebabkan oleh faktor fisiologis, atau faktor patologis seperti dispepsia, atresia esofagus, dll. Disarankan agar penyebabnya diklarifikasi secara tepat waktu dan kemudian diobati sesuai dengan etiologinya. 1. Fisiologis: Karena kapasitas perut bayi baru lahir yang kecil, yang berada dalam posisi melintang, mereka mungkin mengalami gejala seperti susu meluap atau air liur sesaat setelah menyusu, dan normal bagi mereka untuk mengeluarkan cairan encer. Disarankan untuk mengangkat kepala setelah minum susu untuk membantu meredakannya. 2. Gangguan pencernaan: Terlalu banyak menyusui dalam satu waktu dapat membebani saluran pencernaan bayi baru lahir dan menyebabkan gangguan pencernaan, yang dapat menyebabkan gumoh, serta kembung dan menangis. Anda dapat memperbaiki metode pemberian makan, atau mengonsumsi obat seperti bacillus subtilis di bawah bimbingan dokter. 3. Atresia esofagus: Ini adalah cacat perkembangan bawaan pada kerongkongan, yang mencegahnya masuk ke saluran pencernaan setelah minum susu, dan juga menyebabkan sekresi air liur yang berlebihan pada bayi yang baru lahir, yang menghasilkan gejala air liur. Pada kasus yang parah, hal ini juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan, yang membutuhkan akses tepat waktu ke rumah sakit, dan perawatan seperti operasi fistula trakeoesofagus setelah dievaluasi oleh dokter profesional. Penting untuk memperbaiki praktik pemberian makan dan tidak menyusui terlalu banyak sekaligus. Jika Anda menderita atresia esofagus, Anda harus segera ke rumah sakit untuk mendapatkan diagnosis yang jelas dan perawatan rutin untuk mengurangi dampak buruk dari penyakit ini.