Indikator klinis penyakit nefritis, dari tes non-invasif hingga invasif dicurigai sebagai berikut: 1. Rutinitas urin, rutinitas urin menunjukkan cara yang paling umum untuk pemeriksaan penyakit ginjal, ketika rutinitas urin menunjukkan adanya darah samar urin atau protein urin maka perlu mempertimbangkan kemungkinan nefritis. 2. Kuantifikasi protein urin 24 jam, untuk pasien dengan kuantifikasi protein urin 24 jam > 0,15 g perlu mempertimbangkan kemungkinan nefritis. 3. Urin Bila tes urin menunjukkan hematuria non-homogen, hematuria glomerulonefritis harus dipertimbangkan sebagai kemungkinan nefritis. 4. Fungsi ginjal, bila tes fungsi ginjal menunjukkan peningkatan kreatinin, glomerulonefritis harus dipertimbangkan sebagai kemungkinan. 5. Ultrasonografi ginjal, bila ultrasonografi ginjal menunjukkan kemungkinan pengecilan ukuran ginjal bilateral, nefritis harus dipertimbangkan sebagai kemungkinan. 6. Tusukan biopsi ginjal, bila biopsi ginjal Diagnosis definitif nefritis dapat ditegakkan apabila pemeriksaan patologis ginjal dilakukan setelah pungsi, yang menunjukkan adanya perubahan patologis pada ginjal.