Bagaimana cara menentukan residu setelah aborsi

Hanya ada dua cara untuk menentukan apakah ada residu setelah aborsi: pertama, dengan mengamati gejala klinis pasien. Jika pasien telah mengalami pendarahan melalui vagina selama lebih dari 10 hari dan warna pendarahan terus berwarna merah terang atau jumlah pendarahannya banyak, kemungkinan adanya residu harus dipertimbangkan. Pendarahan vagina pasca-aborsi yang normal akan hilang dalam 7-10 hari dan jumlah pendarahan akan berangsur-angsur berkurang serta warna pendarahan akan berubah secara bertahap dari merah terang menjadi coklat. Kedua, pengamatan USG pada rongga rahim untuk mengetahui adanya residu. Pengamatan USG pada rongga rahim untuk mengetahui adanya residu adalah cara yang paling akurat untuk menentukan apakah ada residu setelah aborsi. Jika perdarahan vagina pasien telah berhenti, tetapi masih ada residu di rongga rahim seperti yang diamati dengan USG, dan aliran residu relatif besar serta ada sinyal aliran darah, maka harus diatasi dengan prosedur pembersihan. Jika residu relatif kecil, dapat dilakukan kuretase medikamentosa dengan progesteron dan kemudian dilanjutkan dengan observasi.