Nilai jagung terletak pada kenyataan bahwa makan dalam jumlah sedang dapat mengisi kembali nutrisi dan energi yang dibutuhkan oleh organisme, dan juga mempertahankan aktivitas kehidupan normal sampai batas tertentu. Secara umum, setiap 100g jagung segar mengandung 71,3g air, 4g protein, 1,2g lemak, 22,8g karbohidrat, 16,0mg vitamin C, 238mg kalium, 117mg fosfor, dan 1,8mg asam nikotinat, sehingga jagung memiliki nilai gizi tertentu. Meskipun jagung memiliki nilai di atas, tetapi setiap hari harus menghindari konsumsi jagung dalam jumlah besar dalam jangka panjang, untuk mencegah memperparah beban pada saluran pencernaan. Perlu dicatat bahwa makanan sehari-hari harus memastikan keanekaragaman makanan, keseimbangan nutrisi makanan, tidak pilih-pilih makanan, agar tidak menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi. Disarankan agar orang makan jagung secukupnya, dan juga harus diawetkan dengan baik. Ketika jagung rusak, penting untuk dicatat bahwa jagung tidak boleh dikonsumsi lebih lanjut.