Para dokter telah lama mencurigai adanya hubungan antara perilaku tidur yang tidak sehat dan penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung dan stroke. Para peneliti menciptakan “Skor Tidur Sehat” yang menggabungkan lima faktor: menjadi bangun pagi dan bukan “burung hantu malam”, tidur tujuh hingga delapan jam hampir setiap malam, tidak pernah atau jarang mengalami kesulitan tidur atau bangun di malam hari, tidak mendengkur, dan tidak tidur siang di siang hari. Tidak mendengkur, tidak tidur siang di siang hari. Mereka menilai lebih dari 385.000 orang dari Inggris yang bebas dari penyakit kardiovaskular dan mengikuti mereka selama rata-rata 8,5 tahun, dengan para peneliti melihat bagaimana skor tidur mereka memengaruhi peluang mereka mengalami serangan jantung atau stroke. Membandingkan orang-orang dengan semua faktor tidur yang sehat (skor 5) dengan mereka yang memiliki skor terendah (0-1), mereka yang memiliki skor tertinggi 35 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami serangan jantung atau stroke daripada mereka yang memiliki skor terendah. Para peneliti yang melakukan penelitian ini berasal dari Universitas Tulane di Amerika Serikat dan Pusat Kesehatan Universitas Peking di Cina. Penelitian ini diterbitkan dalam EuropeanHeartJournal yang telah melalui proses peer-review dalam format akses terbuka. Kesimpulan Penelitian ini menegaskan bahwa tidur malam yang nyenyak adalah bagian dari gaya hidup sehat, dan yang lainnya, termasuk banyak berolahraga dan diet seimbang, dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Studi ini memiliki beberapa keterbatasan: Studi observasional tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat karena dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak dapat diukur. Orang-orang melaporkan bagaimana mereka tidur, yang mungkin tidak sepenuhnya akurat. Skor tidur yang sehat mungkin tidak mencakup semua indikator tidur yang penting. Kesimpulannya, tidur yang nyenyak adalah bagian dari gaya hidup sehat secara keseluruhan dan dapat mengurangi kemungkinan terkena penyakit kardiovaskular.