Rehabilitasi hemiplegia dengan infark serebral masif

Rehabilitasi untuk hemiplegia dengan infark serebral masif terutama membutuhkan terapi olahraga dan terapi okupasi. Hemiplegia mengacu pada disfungsi motorik pada satu sisi anggota tubuh, termasuk gangguan pada gerakan kasar dan halus. 1. Terapi olahraga: Terapi ini mencakup pemeliharaan rentang gerak sendi, meningkatkan keseimbangan dan koordinasi, meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot, memulihkan kemampuan berjalan, dan memperkuat fungsi kardiorespirasi. Misalnya, untuk individu yang terbaring di tempat tidur, latihan membalikkan tempat tidur yang tepat, latihan duduk, mengangkat anggota tubuh bagian atas dan bawah, dan memijat otot-otot di seluruh tubuh. Individu yang dapat bangun dari tempat tidur dapat melakukan gerakan fleksi dan ekstensi tungkai. Misalnya, berjalan perlahan, memegang barang dengan kedua tangan dan saling menukarnya, gerakan naik-turun lengan atas, untuk melatih fleksibilitas anggota tubuh. 2. Terapi okupasi: Terapi yang digunakan dalam permainan waktu luang, pekerjaan produktif, kehidupan keluarga, dan kegiatan sosial. Mengembalikan fungsi dan kemandirian dalam semua aspek kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin. Latihan kebersihan diri, berpakaian, makan, mandi, pergi ke toilet, dan sebagainya. Pelatihan bertahap dalam keterampilan tertentu yang sulit. Rehabilitasi untuk hemiplegia dengan infark serebral masif perlu dilakukan di bawah bimbingan ahli rehabilitasi untuk menghindari penundaan pemulihan.