Alasan utama kegagalan kultur blastosis adalah: penurunan fungsi ovarium, usia wanita, status endometrium yang buruk, dan kelainan pada embrio itu sendiri. 1. Penurunan fungsi ovarium: penurunan fungsi ovarium meningkatkan pelepasan hormon perangsang folikel hipofisis dan hormon luteinising, yang mempengaruhi kualitas sel telur. 2. Wanita tersebut terlalu tua: setelah wanita tersebut berusia lebih dari 35 tahun, peluang keberhasilan kultur blastosis menurun, semakin tua usia wanita tersebut, semakin rendah tingkat keberhasilannya, tingkat keberhasilan kultur blastosis setelah usia 35 tahun hanya sekitar 50%. 3. Kondisi endometrium yang buruk: lingkungan rongga rahim tidak baik, endometrium tidak dapat mengakomodasi blastosis untuk menempel dan menembus di dalam rahim dan implan, sehingga kultur blastosis tidak berhasil. 4. Kelainan kromosom embrio: kelainan kromosom embrio yang disebabkan oleh berbagai alasan akan mempengaruhi kultur blastosis. Kultur blastosis yang tidak berhasil menyarankan konsultasi tepat waktu dan mencari bimbingan profesional dari dokter.