Sering dikatakan bahwa sudah menjadi sifat alami seorang anak untuk menjadi aktif. Hampir semua anak pernah mengalami saat-saat kurangnya perhatian dan perilaku di luar kendali, namun, perilaku di luar kendali pada beberapa anak sama sekali tidak disengaja. Anak-anak dengan ADHD adalah sebagian dari anak-anak ini, yang memiliki masalah perilaku yang lebih serius, yang secara serius mempengaruhi pembelajaran normal dan kehidupan sehari-hari mereka. Angka kejadian masalah psikologis pada anak-anak di Cina berkisar antara 10,2 hingga 14,5 persen, dan ADHD adalah yang paling umum terjadi. Apa itu ADHD? ADHD pada masa kanak-kanak, yang juga dikenal sebagai Attention Deficit Hyperactivity Disorder, adalah sekelompok sindrom yang ditandai dengan kesulitan yang tidak sesuai dengan usia dalam memperhatikan, rentang perhatian yang pendek, hiperaktif, dan suasana hati serta perilaku yang impulsif. ADHD cenderung dimulai sekitar usia 3 tahun, dan paling menonjol pada usia 9 tahun. Biasanya didiagnosis pada usia 7 hingga 10 tahun, dan prevalensi penyakit pada anak usia sekolah dilaporkan 3% -5% di dalam dan luar negeri; anak laki-laki secara signifikan lebih banyak daripada anak perempuan, dan rasio laki-laki dan perempuan di klinik rawat jalan adalah 4-9: 1. ADHD adalah jenis masalah psikologis yang paling umum di tahun-tahun usia sekolah, sehingga orang tua harus memperhatikannya, dan mereka harus memahami perasaan anak-anak mereka tepat waktu dan memahami dengan benar perilaku anak-anak mereka, dan membimbing mereka pada waktunya untuk meningkatkan pendidikan keluarga mereka, bukan hanya secara kasar. Pendidikan keluarga, bukan sekadar perlakuan kasar terhadap anak-anak. Jadi, apa saja bahaya ADHD pada anak-anak? Bahaya ADHD memiliki banyak aspek. 1, bahaya pada anak itu sendiri: untuk anak dengan ADHD, karena kurangnya perhatian anak di kelas, sulit untuk memperhatikan pelajaran, sering ceroboh, menunda-nunda pekerjaan rumah, dalam waktu yang lama menyebabkan kinerja yang buruk. Intinya, anak ADHD di dalam kelas sulit untuk mematuhi disiplin kelas, suka menyela, guru sulit untuk mengatur anak tersebut, karena alasan ini, anak-anak ini terkadang terpaksa putus sekolah atau pindah ke sekolah lain. Pasien ADHD lebih cenderung menderita gangguan mood dan gangguan kecemasan di masa dewasa, yang secara serius mempengaruhi pilihan karir dan kehidupan mereka, sehingga orang tua harus waspada. 2, bahaya keluarga: anak-anak yang menderita ADHD, kadang-kadang dengan teman sekelas bertengkar, mengakibatkan hubungan interpersonal anak memburuknya kinerja juga semakin buruk. Pada saat ini, banyak orang tua akan memilih untuk memarahi anak, atau menghukum. Hal ini mempengaruhi suasana hati anak, yang dapat menyebabkan memburuknya kondisi anak dan juga menyebabkan ketidakharmonisan keluarga. Apa saja gejala ADHD pada anak-anak? ADHD pada anak-anak mencakup tiga gejala inti. Kesulitan berkonsentrasi; aktivitas yang berlebihan; ketidakstabilan emosi dan perilaku impulsif. Perhatian anak ADHD tidak fokus, mudah teralihkan di kelas, linglung, terkesan tidak mendengarkan, tidak memperhatikan pelajaran, sering melihat ke sekeliling atau bengong; ceroboh, pekerjaan asal-asalan, mengerjakan PR seret, bermain sambil mengerjakan, pekerjaan rumah kotor dan berantakan, sering mengerjakan kurang atau melakukan hal yang salah, mudah mengerjakan sesuatu di tengah jalan, sering tersesat, lupa PR, buku dan sebagainya. Kedua, anak-anak dengan ADHD memiliki gerakan kecil yang berlebihan dan bahasa yang meningkat: misalnya, mereka tidak tenang saat duduk, seolah-olah ada tusukan di pantat yang membuat mereka tidak nyaman dan menggeliat-geliat. Sesaat ke toilet, sesaat ingin minum air, sedikit gerakan langsung berlari untuk mengecek; di kelas dan mengerjakan PR tangan tidak bisa berhenti, selalu bermain dengan benda-benda, tepi halaman buku digulung-gulung. Beberapa anak tidak memiliki sesuatu untuk dimainkan di tangan menggigit jari dan kuku, menggigit pensil. Biasanya argumentatif, suka menyela, sering di dalam kelas membuat keributan atau mengatakan sesuatu yang membuat orang lain tertawa dan menarik perhatian orang lain, membuat seisi kelas tertawa. Ia ingin memindahkan benda-benda yang tidak bisa dipindahkan, seperti mengutak-atik soket listrik dan menjungkirbalikkan botol air, dan ia akan sering terluka jika orang dewasa tidak memperhatikannya. Sekali lagi, anak-anak dengan ADHD memiliki kontrol impuls yang buruk. Ketidakmampuan untuk menunggu dengan sabar dalam antrian atau menyela orang lain tanpa mendengarkan apa yang mereka katakan sering kali menjadi ciri yang menonjol dari kelompok anak-anak ini. Pada kasus yang parah, mereka sering mengganggu aktivitas anak-anak lain, bentrok dengan teman sebaya, dan tidak populer. Mereka berlarian di sekitar rumah dan terkadang memanjat pohon dan dinding tanpa memperhatikan bahaya. Apakah ada indikator untuk diagnosis ADHD? Tidak ada indikator laboratorium yang jelas untuk diagnosis ADHD. Tidak ada satu tempat untuk pemeriksaan darah, urin, atau tes laboratorium lainnya, dan tidak ada cara untuk menentukan apakah seorang anak menderita ADHD melalui indikator seperti CT atau MRI. Hanya dengan kerja sama antara orang tua, anak, dokter atau guru, dan tenaga lainnya, melalui observasi, analisis, dan penilaian terhadap performa perilaku anak yang sebenarnya, dikombinasikan dengan hasil pemeriksaan fisik, pemeriksaan neurologis, dan pemeriksaan status mental, maka dapat dilakukan pertimbangan yang komprehensif. Sebagai contoh, seorang anak yang baru masuk taman kanak-kanak mungkin menunjukkan hiperaktif atau kurang perhatian karena ia belum beradaptasi dengan lingkungan baru. Untuk menilai masalah perilaku anak secara komprehensif, selain pengamatan manifestasi klinis, skala penilaian perilaku dan tes psikologis sangat membantu dalam diagnosis ADHD.