ADHD pada anak adalah gangguan perilaku yang ditandai dengan defisit perhatian, hiperaktivitas, dan perilaku impulsif. Gangguan ini dimulai sejak masa kanak-kanak dan berdampak besar pada pembelajaran dan kehidupan anak, serta telah menarik perhatian para dokter, guru, orang tua, dan masyarakat. Anak-anak dengan ADHD umumnya menunjukkan gejala-gejala berikut: 1. Aktivitas yang berlebihan Bersemangat dan hiperaktif sejak kecil. Setelah masuk sekolah, gejalanya lebih jelas, tidak bisa duduk diam di kelas, lebih banyak gerakan kecil, pandai menyela, mempengaruhi ketertiban kelas. 2, Kesulitan memusatkan perhatian Di dalam kelas tidak dapat berkonsentrasi mendengarkan pelajaran, perhatiannya lemah, mudah teralihkan, mengerjakan PR sembarangan, bermain sambil mengerjakan. 3, impulsif yang berubah-ubah, ketidakstabilan emosi Kontrol diri yang buruk, mudah impulsif, pemarah. Seperti halnya mobil yang melaju tanpa rem akan menjadi tidak terkendali, reaksi anak-anak dengan ADHD terhadap rangsangan dari luar juga tidak terkendali, sehingga menunjukkan hiperaktif, kurang perhatian, sembrono, dan gegabah. Mereka tidak bermaksud memusuhi orang tua, guru, atau teman sekelasnya. Banyak anak dengan ADHD juga merasa tertekan dengan perilaku mereka yang tidak terkendali, mereka juga berharap bahwa mereka dapat menjadi sama dengan siswa lain, mendengarkan dengan seksama di kelas, prestasi akademik yang bagus, tetapi mereka tidak cukup untuk dapat mengendalikan diri mereka dengan baik, bagi mereka untuk duduk diam di kelas dan mendengarkan dengan seksama kepada guru, seperti halnya anak-anak yang memiliki penglihatan yang buruk, dia ingin melihat dengan jelas, dan untuk anak-anak yang tidak dapat mendengar dengan baik, dia ingin mendengar dengan jelas, dan untuk anak-anak yang tidak memiliki kaki dan tungkai yang bagus, dia ingin mendengar dengan jelas, dan untuk anak-anak yang tidak memiliki telinga dan tungkai yang bagus, dia ingin mendengar dengan jelas. Sama sulitnya bagi anak yang kakinya tidak bagus untuk berlari seperti halnya bagi anak yang penglihatannya tidak bagus untuk melihat dengan jelas, atau bagi anak yang pendengarannya tidak bagus untuk mendengar dengan jelas, atau bagi anak yang kakinya tidak bagus untuk berlari dengan cepat. Lalu apa yang harus dilakukan? Orang tua dan guru harus memperhatikan anak-anak dengan gejala-gejala di atas dan berkonsultasi dengan para ahli untuk mendapatkan diagnosis dini dan intervensi yang tepat waktu. Untuk anak-anak yang sudah menderita ADHD, metode berikut ini dapat digunakan untuk membantu mereka: 1. Obat-obatan Obat-obatan yang umum digunakan dapat berupa Jingling Oral Liquid, Methylphenidate (Ritalin), Methylphenidate (Focus), dan Tomoxetine Hydrochloride (Zesta). 2. Pengobatan lingkungan Memperbaiki lingkungan dengan mengubah sikap orang tua, guru, dan masyarakat terhadap pasien, seperti melalui kursus pelatihan orang tua, sehingga orang tua dapat mengetahui lebih banyak tentang anak-anak mereka, menciptakan lingkungan belajar yang baik untuk anak-anak, dan mengurangi kemungkinan terganggu dan terganggu. 3. Perawatan psikologis Orang tua dapat meminta ahli yang relevan untuk memberikan perawatan psikologis dan intervensi perilaku untuk anak-anak mereka. Perawatan lain Terapi integrasi sensorik, terapi biofeedback EEG, pelatihan atensi, dan sebagainya.