Untuk membuat permintaan yang lebih efektif agar anak-anak belajar melakukan apa yang orang tua mereka inginkan, kita bisa mulai dengan melatih mereka melakukan pekerjaan rumah tangga. Beberapa orang tua mungkin berpikir bahwa mereka tidak membutuhkan anak-anak mereka untuk melakukan pekerjaan rumah tangga, asalkan mereka mengurus urusan mereka sendiri. Pada kenyataannya, melakukan beberapa pekerjaan rumah tangga yang berada dalam jangkauan mereka adalah cara bagi anak-anak untuk menyadari bahwa mereka adalah anggota keluarga, untuk mengembangkan rasa tanggung jawab terhadap keluarga, dan itu juga merupakan cara untuk melatih anak-anak untuk mematuhi permintaan orang dewasa, dan juga “alat peraga”. (1) Tujuan: Untuk mengubah cara orang tua menuntut anak; menggunakan kartu tugas. Tuntutan yang harus diselesaikan dalam batas waktu tertentu. (2) Metode: Buatlah beberapa kartu untuk anak, yang bertuliskan hal-hal yang harus dilakukan baru-baru ini, dan tempelkan di tempat yang mudah dilihat, atau cukup tuliskan langkah-langkah setiap tugas pada kartu tersebut. Ketika anak diminta untuk melakukan suatu tugas, berikan kartu tersebut kepada anak dan katakan padanya bahwa Anda ingin dia menyelesaikan pekerjaan tersebut. Kartu tersebut menyatakan kapan setiap tugas harus diselesaikan dan kemudian memulai pengatur waktu sehingga anak tahu persis apa yang harus dilakukan dan kapan harus melakukannya. Alih-alih mengatakan, “Kamu harus membuang sampah ini hari ini,” atau “Kamu harus membereskan kamarmu sebelum makan siang,” katakan, “Ketika tugas tertentu jatuh tempo, katakan, “Kamu harus membuang sampah ini hari ini,” atau “Kamu harus membereskan kamarmu sebelum makan siang. Daripada mengatakan, “Kamu harus membuang sampah hari ini,” atau “Kamu harus membersihkan kamarmu sebelum tengah hari,” ketika tiba waktunya untuk melakukan tugas tertentu, katakanlah, “Ini adalah waktu untuk membuang sampah, dan kamu harus menyelesaikannya dalam 10 menit. (3) Tindakan pencegahan: 1. Pilihan instruksi: Pertama-tama pikirkan tentang pentingnya memberikan instruksi — apakah itu sesuatu yang harus dilakukan anak dengan segera? Apakah itu sesuatu yang dapat diselesaikan oleh anak? Apakah Anda bersedia untuk menaatinya? Jika jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah tidak, maka Anda tidak perlu memberikan instruksi tersebut. Jika jawabannya adalah ya, pastikan Anda melakukan apa yang Anda katakan dan usahakan agar anak mematuhi instruksi tersebut. 2. Ubah cara Anda memberikan instruksi: Buatlah permintaan dengan nada suara yang sederhana, langsung, dan seperti orang yang sedang berbisnis, bukan dengan kalimat tanya, seperti “Bolehkah kamu mengambil mainan ini?” atau “Saatnya makan malam. Atau, “Saatnya makan malam, cuci tanganmu, ya?” Anak kemungkinan besar akan menjawab “tidak”. Pernyataan langsung lebih efektif. Misalnya, “Ambil mainanmu sekarang” atau “Waktunya makan malam, cuci tanganmu.” Anda tidak perlu berteriak, cukup tanyakan dengan nada yang tegas dan jelas. Perintah yang dikeluarkan bersifat positif, langsung, misalnya, ayah berkata: “Jangan lempar sepatu di tengah ruang tamu”, anak mungkin akan mengabaikannya, ketika diganti dengan mengatakan: “Taruh sepatu olahraga di lemari sepatu”, anak akan lebih mudah melaksanakannya. 3. Jangan meminta terlalu banyak sekaligus: Sebagian besar anak hanya dapat menyelesaikan satu atau dua tugas dalam satu waktu, jadi yang terbaik adalah memberinya hanya satu instruksi khusus dalam satu waktu. Jika tugas yang Anda ingin anak Anda selesaikan lebih kompleks, bagilah menjadi beberapa langkah yang lebih kecil dan biarkan dia melakukan sebelas langkah dalam satu waktu. 4. Pastikan anak memperhatikan persyaratannya: kontak mata diperlukan saat memberikan instruksi kepada anak, jangan meneriakkannya dari dalam rumah. Jika ia tidak peduli, Anda dapat memalingkan wajahnya dengan lembut ke arah Anda sehingga ia dapat melihat dirinya sendiri, mendengarkan instruksi dengan tenang, dan mengamati ekspresi orang tua. Untuk memastikan anak mendengar atau memahami perintah, mintalah anak mengulangi perintah tersebut, yang akan meningkatkan perhatian anak terhadap perintah dan memudahkan pelaksanaannya. 5. Kurangi semua gangguan sebelum membuat permintaan: Sebelum membuat permintaan, Anda harus memberi tahu anak Anda untuk meninggalkan gangguan, misalnya, mematikan TV. Kesalahan umum yang dilakukan orang tua adalah membuat permintaan saat TV, stereo, atau VCR menyala, ketika anak tenggelam dalam liburan TV dan tidak akan memperhatikan permintaan orang tua. Pada langkah kedua dan ketiga, orang tua mulai belajar memberikan instruksi yang efektif, dan ada rasa kemajuan ketika cara orang tua membuat permintaan kepada anak-anak mereka berubah dari yang tadinya berupa permohonan menjadi nada yang netral dan tidak meragukan. Sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya, tanyakan pada diri sendiri: sudahkah Anda memeriksa penyelesaian tugas anak Anda? Apakah batas waktu telah ditetapkan untuk semua tugas? Apakah kartu tugas dengan batas waktu yang tertulis di atasnya cocok untuk anak Anda? Jika Anda dapat memberikan instruksi yang jelas dan tidak ambigu kepada anak Anda dan menetapkan batas waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut, yang menunjukkan bahwa anak Anda dapat mengikuti instruksi orang tua, Anda dapat melanjutkan ke langkah berikutnya.