Jika seorang wanita hamil mengalami kemerahan pada bulan kedua kehamilannya, ada beberapa alasan: a. Pre-eklampsia, jika embrio berkembang dengan baik dan wanita hamil mengalami kemerahan disertai sakit perut dan jatuh, maka hal ini dianggap sebagai pre-eklampsia, dan dianjurkan untuk melakukan tes darah untuk HCG dan progesteron untuk menjaga janin. Jika USG menunjukkan bahwa embrio tidak berkembang dan tidak ada tunas janin atau detak jantung primitif, maka hal ini dianggap sebagai aborsi embrionik dan dianjurkan untuk melakukan operasi tepat waktu untuk membersihkan rahim. Perdarahan akibat peradangan serviks, jika wanita hamil memiliki peradangan serviks atau polip serviks sebelumnya. Jika wanita hamil memiliki radang serviks atau polip serviks sebelumnya, hal ini dapat menyebabkan perdarahan serviks akibat penyumbatan organ reproduksi setelah kehamilan. Perdarahan tidak akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan embrio atau kesehatan ibu hamil.